Tim Nasional Latvia



Team sepak bola nasional Latvia ( Latvia : Latvijas futbola izlase ) sebagai wakil Latvia dalam sepak bola internasional serta dikontrol oleh Asosiasi Sepak Bola Latvia , tubuh pengontrol sepak bola di Latvia. Mereka belum pernah maju ke Piala Dunia FIFA , tetapi, mereka maju ke Kejuaraan Eropa di tahun 2004 di bawah pelatih kepala Aleksandrs Starkovs.
Latvia, di samping lawan Baltik mereka, Lithuania serta Estonia , sudah berperan serta dalam kompetisi Piala Baltik sub-regional ditempat , yang berjalan tiap 2 tahun. Latvia ialah juara sekarang ini, sesudah memenangi kompetisi di tahun 2018. Latvia sudah memenangi kejuaraan Piala Baltik dengan rekor 13 kali, semakin banyak dari negara mana saja dalam riwayat kompetisi.

Tanah asal Latvia sekarang ini ialah Stadion Daugava di Riga. Latvia mainkan laga pertama mereka di tahun 1922, laga menantang Estonia , yang usai seimbang 1-1. Latvia sudah memenangi Piala Baltik 12 kali, serta mainkan 99 laga sah semasa periode sebelum perang dari 1922 sampai 1940. [4] [5]

Di tahun 1937, team Latvia berperan serta dalam kompetisi kwalifikasi pertama untuk Piala Dunia 1938. Latvia diletakkan di Group 8, bersama-sama Austria serta Lithuania. [6] Latvia menaklukkan Lithuania 4-2 di Riga, sesudah Fricis Kaņeps hat-trick serta Ilja Vestermans arah. [6] Di Kaunas , mereka menang 5-1, sesudah semasing 2 gol dari Kaņeps, Vaclavs Borduško , serta Vestermans, [6] tapi kalah 1-2 dalam laga tandang yang tentukan menantang Austria, walau ada gol awal dari Vestermans. [6] Pada April 1938, Anschluss AustriaNamun, turunkan team Austria, Latvia tidak diundang ke kompetisi oleh FIFA untuk runner-up group.

Di tahun 1940, Latvia ditempati serta dianeksasi oleh Uni Soviet ; negara itu memperoleh kembali lagi kemerdekaannya di tahun 1991 serta mainkan laga pertama mereka menantang Estonia pada 16 November tahun itu di Piala Baltik, serta laga pertama mereka yang disadari FIFA menantang Rumania pada 8 April 1992 di Bucharest , laga, yang kalah 2-0 dari Latvia. [8]

Pada September 2003, dengan cara mengagetkan Latvia ada di posisi ke-2, di atas Polandia , dalam group kwalifikasi mereka untuk Euro 2004. [9] Ini bermakna mereka maju ke set play-off, dimana mereka bermain seri menantang Turki. Latvia memenangi putaran pertama 1-0, lewat pembuat gol paling banyak, Māris Verpakovskis. [10] Putaran kedua usai dengan hasil seimbang 2-2, dengan Latvia menang agregat 3-2, hingga maju ke kompetisi. [11] [12] Ini menyebabkan Latvia jadi team Baltik pertama serta satu - satunya yang maju ke Kejuaraan Eropa. [11] [12]Pada Euro 2004, Latvia ada di Group D, bersama-sama Jerman , Republik Ceko , serta Belanda. [13] Latvia hadapi Republik Ceko pada laga pembuka mereka pada 15 Juni 2004, dengan Verpakovskis cetak gol sebelum set pertama. [14] Tetapi, Ceko selanjutnya kembali lagi untuk memenangi laga 2-1. [14] Empat hari selanjutnya, Latvia mendapatkan hasil seimbang 0-0 yang terhormat menantang Jerman untuk memperoleh point pertama mereka di kompetisi besar. [15] Mereka kehilangan laga paling akhir mereka dengan 3-0 menantang Belanda, [16] serta tersisih, finis ke-4, dengan satu point hasil dari seimbang serta dua kerugian. [17]

Semenjak itu Latvia tidak berhasil maju ke kompetisi besar yang lain, walau mereka hampir maju ke Piala Dunia FIFA 2010. Sesudah delapan laga kwalifikasi, Latvia menyamai point dengan musuh mereka selanjutnya, Yunani yang ada di tempat ke-2 , tapi kekalahan 5–2 hampir akhiri semua keinginan kwalifikasi serta Latvia finish ke-3 di UEFA Group 2.

Sebagian besar laga kandang berjalan di Stadion Daugava di Riga. Di antara tahun 2000 serta 2018, tempat penting team ialah Stadion Skonto , yang dibuat untuk tempat sesaat sebab gagasan perbaikan Stadion Daugava, yang diawali cuma di tahun 2017, dengan step pertama usai satu tahun setelah itu.